Sabtu, 23 Mei 2009

Film non fiksi terbaru Marley & Me



Cerita diawali dengan pertemuan John dan Marley suatu kali dan ketika kekasihnya memutuskan memelihara anjing. Setelah keduanya terpengaruh sastra berat tentang anjing, The Far Side, dibuat oleh Gary Larson yang menggambarkan bahwa anjing Labrador merupakan anjing lucu. John yang kolumnis sebuah media di Amerika ini membawa pembaca untuk teliti sebelum memelihara anjing, misal keluarga yang tinggal di apartemen, jangan memelihara Saint Bernard, keluarga banyak anak jangan memelihara Chowchow, karena sifatnya tak bisa diprediksi, pecinta TV jangan memilih Border Collie karena ia suka berlari-lari sangat hiper aktif.
John memelihara Labrador untuk dipelihara lebih karena daya tarik jalanan. Ketika jenis anjing tersebut di jalan, tampangnya lucu, suka bermain dan seperti begitu menikmati hidup. Menurutnya setelah beberapa tahun memelihara Labrador baru ia tahu bahwa anjing jenis ini ternyata penyayang, cerdas, tahan di lapangan, tangguh dalam menyelesaikan tugas, dan sangat setia. Pada tahun 2004 memang Labrador meraih posisi tertinggi kedua setelah Golden Retrevier dan di posisi ketiga yakni German Shepherd sebagai anjing terbaik di dunia.
Kisah hidup Marley juga mengajari pembaca perlunya sekolah anjing, cara memilih dokter hewan yang bagus, memberi makan, vitamin, air, kutu, kebersihan telinga, mengingat Labrador sangat sering mengalami infeksi telinga. Bagaimana Marley diajari perintah dasar. Mengatur patroli kotoran. Tata krama misal anjing tidak boleh menggigiti perabotan, tidak boleh minum air toilet, tidak boleh mengudap di tong sampah, dilarang mengendus selangkangan, semuanya diceritakan begitu lengkap.
Sebenarnya buku ini tak begitu memiliki klimaks dan anti klimaks yang bom bastis seperti kisah-kisah dramatis yang ada di buku-buku Chicken Soup. Aku dan Marley lebih menonjolkan tentang kedekatan antara John dan anjingnya, sampai ia merelakan Marley kembali kepada Tuhan setelah melewati begitu banyak hal bersama-sama, misal ketika tetangga mereka dirampok, adanya pembunuhan di kompleks perumahan. Dan beberapa kejadian yang biasa terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka.
Buku ini menyelipkan keharuan yang begitu menyentuh ketika Marley yang uzur harus menghadapi kesehatan yang terus memburuk. Sakit yang cukup membuat perasaan John tak sampai hati melihatnya, sehingga ia dipaksa membuat keputusan melakukan euthanasia pada Marley.
Mempersilahkan dokter melakukan suntik mati demi mengurangi kesakitan yang berkepanjangan. Keputusan di akhir perjalanan hidup Marley itu benar-benar sebuah keputusan yang sungguh berat bagi John. Tak salah jika buku Aku dan Marley ini best seller versi New York Times. Hingga detik ini pun para pecinta hewan peliharaan kerap menjadikan buku ini sebagai hadiah fenomenal untuk orang-orang yang dikasihi.
Jelas buku ini asyik, dan santai untuk dibaca. Beberapa bagian cukup lucu, misal ketika John menggambarkan bagaimana karakter pemilik anjing mempengaruhi sifat-sifat anjingnya. Anjing Pitt Bull Terrier yang bertampang galak, dan selalu dikekang dengan tali yang besar merupakan anjing agresif yang cocok dipelihara preman atau gembong mafia contohnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks ..............